Temukan koleksi favoritmu

tersedia 226.138 koleksi, tersebar di seluruh perpustakaan di lingkungan kemdikbud

POTENSI BUDAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

RECORD DETAIL
Back To Previous  XML Detail

Title
POTENSI BUDAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Collection Location
Perpustakaan BPNB Jawa Barat
Edition
2018
Call Number
A. 10 POT
ISBN/ISSN
Author(s)
Ali Gufron
T. Dibyo Harsono, Herry Wiryono
H. Yudi Putu Satriadi, Hermana, Wawan Suhawan.
Subject(s)
Kabupaten Lampung Tengah
Potensi Budaya, Nilai Budaya
Classification
A. 10 POT
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
BPNB Jawa Barat
Publishing Year
2018
Publishing Place
Bandung -Jawa Barat
Collation
iv, foto, lebar 28 cm, tinggi 29,5 cm, 92 hlm.
Abstract/Notes
Fungsi kebudayaan dalam suatu masyarakat tidak hanya sebagai blueprint(pedoman) dalam menghadapi lingkungannya secara luas, tetapi juga sebagai jatidiri dan integrasi (lihat suparlan, 1995 dan boedhisusanto, t.t.) oleh karena itu, setiap masyarakat, betapa pun sederhananya, pasti akan menumbuh-kembangkan kebudayaan. Tumbuh dan berkembangnya suatu kebudayaan sangat erat kaitannya dengan faktor geografis dan demografis (kependudukan). Lingkungan yang berbeda pada gilirannya akan menumbuhkan kebudayaan yang berbeda. Sedangkan masyarakat berperan penting dalam menentukan sistem pengetahuan dan gagasan untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan. Masyarakat Lampung misalnya, menumbuhkembangkan kebudayaan berdasarkan letak geografis sehingga memunculkan adat saibatin yang pendukungnya sebagian besar bearda di daerah pesisir dan masyarakat pepadun yang berada di pedalaman. Kedua bentuk kebudayaan tadi selain sebagai pedoman hidup, juga berpotensi untuk dikembnagkan secara maksimal, baik berdasarkan praktik yang sistematis maupun pengkajian yang berkelanjutan. Berkenaan dengan itu, BPNB Jawa Barat, akan mengadakan Penyusunan Dokumentasi Pelestarian Nilai Budaya berupa pendataan potensi-potensi budaya di salah satu wilayah kerjanya, yaitu di Propinsi Lampung, Khususnya di Wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Dan dari unsur-unsur kebudayaan tersebut, tentu akan memunculkan potensi-potensi tertentu yang dapat dijadikan acuan dan penunjang kehidupan bersama secara luas. Tujuan penyusunan dokumentasi pelestarian nilai budaya ini adalah menemukenali dan mendokumentasikan objek-objek budaya yang dianggap berpotensi untuk dikembangkan dan dilestarikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan studi pustaka. Berdasarkan pembagian marga dan wilayah adat tersebut, maka dapat dikatakan masyarakat Lampung Tengah sebagian besar adalah pendukung adat Pepadun. Sebagai sebuah kesatuan adat, orang Pepadun tentu mengembangkan kebudayaan tersendiri sebagai pedoman bagi kehidupan bersama. Misalnya, dalam sistem kekerabatan mereka menganut prinsip patrilineal yang mengikuti garis keturunan dari kaum laki-laki. Mereka juga memiliki falsafah hidup yang disebut sebagai piil pesenggiri dengan elemen budaya julukadek, nemui nyimah, nengah nyappur, dan sakai sambayan.Nemui Nyimah secara harfiah diartikan sebagai sikap pemurah, terbuka, suka memberi, dan menerima dalam arti material sesuai kemampuan. Nengah Nyappur, menggambarkan bahwa anggota masyarakat Lampung mengutamakan rasa kekeluargaan dan didukung dengan sikap suka bergaul serta bersahabat dengan siapa saja, tanpa membedakan suku bangsa, agama, status sosial, asal-usul, dan golongan. Potensi Budaya Kebendaan (Tangible) di Kabupaten lampung Tengah: Kampung Wisata Budaya Terbanggi Besar, Tugu Pepadun, Tugu Kopiah Mas, Makam Keramat Minak Trio Diso, Makam Keramat Tujuh, Makam Keramat Minak Siyab Ayub Ratu Didohho, Makam Keramat Minak Sangadji Mentaneh/Keramat Putak, Makam Keramat Reo Mulo Jadi Gelar Sutan Selagai Tuho, Makam Keramat dan Pertapaan Miank Ngediko Pulun bin Minak Brajonato, Makam Keramat Minak Ratu Kejungan bin Minak Rajo Lilo, Makam Keramat Suttan Keramat Agung, Tugu Peringatan Sumpah Buay Subing dan Buay Gegelangan, Benda Peninggalan Minak Kimas Batin Bin Minak Brajo Kuttan, Makam Keramat Syeh Muhammad Ali (Juluk Saleh Pengiran), Makam Keramat Pengulu Syekh Sadatulloh. Potensi Budaya Tak Benda (Intangible): Upacra Tradisional, Kuliner, Cerita Rakyat, Kesenian, Permainan Tradisional. Potensi budaya yang ada di Kabupaten Lampung Tengah dapat dikategorikan menjadi dua yaitu potensi budaya yang bersifat kebendaan dan tak benda. Sebagian dari potensi budaya tersebut digali atau sengaja dimunculkan kembali kemudian dimodifikasi untuk dikemas sebagai komoditi pariwisata pemberi nilai tambah bagi pendapatan daerah.
Specific Detail Info
2 eks