Temukan koleksi favoritmu

tersedia 226.167 koleksi, tersebar di seluruh perpustakaan di lingkungan kemdikbud

REUNCONG PUSAKA TRADISIONAL MASYARAKAT ACEH (SOUVENIR INDAH DAN MAGIC)

RECORD DETAIL
Back To Previous  XML Detail

Title
REUNCONG PUSAKA TRADISIONAL MASYARAKAT ACEH (SOUVENIR INDAH DAN MAGIC)
Collection Location
Perpustakaan BPNB Kalimantan Barat
Edition
Call Number
RKE - 739.7 (730-739) SUD R
ISBN/ISSN
978-602-9457-48-3
Author(s)
Sudirman
Subject(s)
Classification
RKE - 739.7 (730-739)
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
BPNB BANDA ACEH 
Publishing Year
2015
Publishing Place
Nanggroe Aceh Darussalam
Collation
iv + 30hlm ; 15cm x 20,8cm, ILUS.
Abstract/Notes
Ketika rakyat Aceh melawan penjajahan, selain menggunakan meriam dan senjata api, juga menggunakan senjata-senjata tradisional seperti reuncong. Reuncong adalah alat atau perkakas yang dapat digunakan untuk berperang atau berbagai manfaat lainnya. Bentuk dan proses pembuatan reuncong merupakan piranti yang dapat digunakan oleh kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk melakukan ancaman dan mengalahkan atau membunuh pihak lain yang dianggap sebagai musuh. Biasanya tindakan itu dilakukan dengan berbagai cara, terutama dengan cara menikam, baik dari depan maupun dari belakang. Dengan demikian, reuncong adalah peralatan yang telah membudaya yang dapat digunakan untuk keperluan menyerang dan mempertahankan diri. Ada beberapa jenis reuncong diantaranya reuncong meupucok, reuncong meucugek, reuncong meukuree, reuncong pudoi. Bagian atau struktur reuncong meliputi hulu reuncong, perut reuncong, ujung reuncong, batang reuncong, sarung reuncong. Reuncong biasanya disandang pada sisi kiri tubuh si pemakai. Kaitannya dengan anggapan-anggapan masyarakat yang bersifat non-fisik, seperti halnya fungsi reuncong yang dapat dimanfaatkan untuk membuat musuh merasa ketakutan dan media penyembuhan orang sakit, mengakibatkan masyarakat memberikan sampiran-sampiran dan beban-beban kultural lainnya pada reuncong. Kepercayaan dan harapan tersebut, yaitu adanya kepercayaan terhadap bentuk-bentuk bilah reuncong yang dianggap mengandung perhitungan magis, ataupun keyakinan-keyakinan kultural terhadap kekuatan gaib dari makhluk halus. Akan tetapi, dalam perkembangan budaya, tentu selalu ada evolusi, baik akibat akulturasi budaya maupun inovasi masyarakat yang hidup pada masa itu. Demikian pula dengan reuncong, sejalan dengan perkembangan kebudayaan dan sistem kehidupan sosial, reuncong juga mengalami perkembangan dan perubahan fungsi. Dewasa ini, reuncong yang dihasilkan oleh masyarakat Aceh tidak hanya untuk digunakan sebagai senjata, tetapi sebagai souvenir Berbagai souvenir sudah dihasilkan dari reuncong seperti bros, peniti, hiasan dinding atau foto-foto dengan bingkai kaca.  
Specific Detail Info