Temukan koleksi favoritmu

tersedia 226.121 koleksi, tersebar di seluruh perpustakaan di lingkungan kemdikbud

Budidaya anggrek

RECORD DETAIL
Back To Previous  XML Detail

Title
Budidaya anggrek
Collection Location
Perpustakaan P4TK Bidang Pertanian-Cianjur
Edition
1
Call Number
635.934 15 LIV b
ISBN/ISSN
979-8031-84-9
Author(s)
Tim Penulis PS
Livy Winata Gunawan
Subject(s)
ANGGREK
Classification
635.934 15
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
PS
Publishing Year
2006
Publishing Place
Jakarta
Collation
iv,92 hlm.; ilus.; bibl.; 23 cm
Abstract/Notes
Anggrek dalam penggolongan taksonomi termasuk kedalam famili orchidaceae. Famili ini terdiri dari 800 genus dan tidak kurang dari 30.000 species. Di alam bebas anggrek umumnya bersifat epifit, hidup menempel pada tanaman lain tanpa merugikan tanaman yang ditumpanginya. Jenis anggrek yang tergolong epifit adalah cattleya, dendrobium, phalaenopsis, cymbidium, oncidium dan vanda.
Media tumbuh anggrek epifit antara lain arang, pakis , batu bata, sabut kelapa, moss ( dari akar paku-pakuan atau kadaka )
Selain anggrek epifit terdapat juga anggrek terestrial ( anggrek tanah ) yang hanya bisa hidup di tanah atau media buatan yang diletakan ditanah pada tempat yang terbuka. Jenis anggrek ini misalnya vanda teres, arachnis, aranda dan aranthera.
Media tumbuh untuk anggrek terestrial adalah campuran ( dengan perbandingan yang sama ) serutan kayu, kompos daun lamtorogung atau sejenisnya dan pupuk kandang.
Untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman maka perlu dilakukan pemupukan. Campuran pupuk yang lengkap terdiri dari 100gr kalsium nitrat, 100gr magnesium sulfat, 100gr monobosic potasium posfat, 100gr ammonium sulfat, 25gr ferry fosfat
Penyiraman dilakukan pada saat permukaan media kering
Anggrek memerlukan intensitas cahaya antara 1000 – 2000 footcandle yaitu sekitar 15 – 305 cahaya matahari penuh.
Pada umumnya anggrek yang dibudidayakan memerlukan temperatur 28±2°C dengan temperatur minimum 15°C.
Pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek budi daya anggrek yang tak kalah pentingnya. Hama yang sering muncul pada tanaman ini antara lain serangga, tungau, ulat, keong dan sebagainya sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain disebabkan oleh cendawan, bakteri, mikroplasma dan virus. Untuk mencegah hama dan penyakit dengan cara menjaga kebersihan yaitu membersihkan tanaman pengganggu ( gulma ) selain itu dapat menggunakan fungisida, insektisida, screen house.
Specific Detail Info