Temukan koleksi favoritmu

tersedia 226.882 koleksi, tersebar di seluruh perpustakaan di lingkungan kemdikbud

Tradisi Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Di Tuban

RECORD DETAIL
Back To Previous  XML Detail

Title
Tradisi Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi Di Tuban
Collection Location
Perpustakaan LPMP Jawa Barat
Edition
Cet.1
Call Number
393
ISBN/ISSN
Author(s)
Tugas Tri Wahyono
Siti Munawaroh
Subject(s)
Upacara Ritual
Tradisional
Classification
393 MUN t
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) D.I. Yogyakarta
Publishing Year
2021
Publishing Place
Yogyakarta
Collation
vi+98 hlm.;23x14,8 cm
Abstract/Notes
"Haul" berasal dari bahasa Arab "al-haul" yang mempunyai arti "telah lewat dan berlalu" atau berarti "tahun", Oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa "haul" mempunyai arti yang sangat khusus, yaitu suatu upacara ritual keagamaan untuk memperingati meninggalnya seseorang yang ditokohkan dari para wali, ulama atau kyai. Bentuk peringatan kematian seseorang setiap tahunnya itu biasanya dilakukan tepat pada hari, tanggal dan pasaran kematian. Tradisi haul pada umumnya dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yaitu: 1) ziarah kubur; 2) manaqib dan tahlil; 3) pengajian umum.
Tradisi haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi selain berfungsi sebagai sarana bentuk kebaktian kepada Tuhan, juga berfungsi sebagai integritas sosial (kekompakan sosial), seperti masyarakat pendukung upacara haul sangat antusias dan berusaha keras untuk mewujudkan jalannya upacara menjadi lancar. Perbaikan sosial ekonomi, memanfaatkan haul sebagai tempat untuk mencari penghasilan. Pewarisan norma sosial yakni dilihat dari sikap dan tingkah laku masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong mengeluarkan sedekah atau shodakoh dari sebagian rezekinya demi kelancaran, dan berfungsi sebagai pelestanan budaya dan hiburan. Tradisi haul merupakan kekayaan khasanah budaya lokal yang perlu sekali dilestarikan. Pelaksanaan haul juga sebagai tempat mencari kesenangan, melalui pawai tangaruf atau arak-arakan dan banyak kesenian-kesenian yang meramaikan, dan pedagang dadakan bermunculan.
Specific Detail Info