Temukan koleksi favoritmu

tersedia 226.268 koleksi, tersebar di seluruh perpustakaan di lingkungan kemdikbud

UPACARA ADAT DAN KESENIAN KHAS PADA MASYARAKAT MELAYU KAYONG KABUPATEN KETAPANG

RECORD DETAIL
Back To Previous  XML Detail

Title
UPACARA ADAT DAN KESENIAN KHAS PADA MASYARAKAT MELAYU KAYONG KABUPATEN KETAPANG
Collection Location
Perpustakaan BPNB Kalimantan Barat
Edition
Call Number
UUA - 392 (390-399) NAT U
ISBN/ISSN
-
Author(s)
Neni Puji Nur Rahmawati
Ikhsan
M. Natsir
Subject(s)
Classification
UUA - 392 (390-399)
Series Title
GMD
Text
Language
Indonesia
Publisher
BPSNT Pontianak
Publishing Year
2007
Publishing Place
Kalimantan Barat
Collation
viii + 69hlm; 14,5cm x 20,5cm; ILUS
Abstract/Notes
Suku yang ada di Kabupaten Ketapang salah satunya suku Melayu yang lebih dikenal dengan sebutan Melayu Kayong. Nama Kayong dikenal bermula dari anak sungai pawan yang berada di Kabupaten Ketapang. Melayu Kayong mempunyai adat istiadat yang santun tetap memegang tradisi yang begitu kuat dan mempunyai ciri khas kesenian syair gulung, adalah salah satu syair yang masih ada di Kabupaten Ketapang yang menceritakan tentang halusnya budi bahasa dengan susunan kata-kata yang indah. Selain itu juga ada adat istiadat kesenian khas Rebana yang sudah ada sejak jaman kesultanan Tanjungpura yang selalu dimainkan oleh masyarakat Melayu pada umumnya. Permainan rebana dimainkan ketika ada acara tertentu seperti pada acara gunting rambut, perkawinan dan peringatan hari-hari bersejarah. Selain kesenian ada juga upacara adat diantaranya Upacara bayar niat makam keramat tujuh, kepercayaan masyarakat yang masih ada dengan membayar niat jika sesuatu hajat yang diinginkan tercapai. Upacara adat buang-buang penyakit bahwa kepercayaan masyarakat penyakit bisa datang dari faktor alam sehingga dengan berbagai cara dilakukan, membuang penyakit di sungai-sungai yang mengalir dengan berbagai media seperti telur dan sebagainya. Upacara tepung tawar adalah bagian ritual yang selalu dilakukan oleh masyarakat setempat. Upacara ini dilakukan setiap ada acara kegiatan seperti pada acara penyambutan tamu, perkawinan, khitanan maupun menaiki rumah baru. Upacara perdamaian adalah salah satu upacara yang dilakukan oleh berbagai etnis yang ada di Kabupaten Ketapang. Dari berbagai kesimpulan yang ada, hal ini menjadi suatu ciri khas identitas Melayu Kayong yang menggambarkan bahwa mulai dari sejarah, sifat perilaku, dan adat budaya yang selalu mereka junjung menjadi suatu modal dalam membangun sumber daya manusia yang sellau menghargai para leluhurnya dan menjadikan mereka manusia yang beriman dan berakhlak mulia.

Translate :
The tribe in Ketapang Regency is one of the Malays better known as Kayong Malay. The name Kayong is known to have originated from a tributary in the Pawan River in the Ketapang Regency. Kayong Malay has polite customs that still hold traditions that are so strong and have the characteristics of the art of roll poetry, which is one of the poems that still exists in Ketapang Regency which tells of the subtle language of language with a beautiful arrangement of words. In addition, there are also traditional Rebana art customs that have existed since the time of the Tanjungpura sultanate which is always played by the Malay community in general. Tambourine game is played when there are certain events such as the event hairdressing, marriage, and commemoration of historic days. In addition to the arts, there are also traditional ceremonies including, the ceremony of paying the intention of the sacred tomb of seven, the public trust that still exists by paying the intention if something desired is achieved. Traditional ceremonies dispose of diseases that the community trust in diseases can come from natural factors so that in various ways done, dispose of diseases in rivers that flow with various media such as eggs and so on. A fresh flour ceremony is a part of the ritual that is always performed by the local community. This ceremony is held every time there are activities such as the reception of guests, marriages, circumcisions and climb a new home. The peace ceremony is one of the ceremonies performed by various ethnic groups in Ketapang Regency. From the various conclusions that exist, this becomes a characteristic of Malay Kayong identity which illustrates that starting from the history, behavior, and cultural customs that they always uphold become an asset in building human resources who always respect their ancestors and make them human beings who have faith and noble character
Specific Detail Info